Kunci Sukses Intermittent Fasting (Diet Puasa)

Intermittent fasting merupakan metode diet yang sangat populer.

Di Indonesia, metode ini sempat sangat booming beberapa tahun terakhir, dikarenakan Master Deddy Corbuzier yang mempopulerkannya dengan nama Obsessive Corbuzier Diet (OCD).

Banyak cerita sukses mengenai diet ini, orang-orang berhasil menurunkan berat badan dengan sukses dan cepat.

Ada juga yang berkata bahwa diet ini hanya berguna di awal-awal saja, bahkan ada juga yang bilang diet ini sama sekali tidak berefek.

Hmm, seperti yang sudah diduga, semua metode diet pada umumnya, memberikan hasil bervariasi tergantung individu yang menjalankan.

Deddy Corbuzier OCD Diet
It works for him and it can work for you too credit by bugarfit.com

 

Apa itu Intermittent Fasting?

Sebelumnya kita akan bahas sedikit apa itu intermittent fasting.

Intermittent fasting adalah suatu metode yang membagi satu hari (24 jam) ke dalam jam puasa dan jam makan.

Kita hanya diperbolehkan memperoleh asupan kalori selama jam makan yang sudah ditetapkan.

Contohnya dalam sehari, kita puasa 16 jam dan makan dalam kurun waktu 8 jam.

Pembagian waktu antara jam puasa dan jam makan sendiri cukup bervariasi, misalnya 16 jam puasa / 8 jam makan, 18 jam puasa / 6 jam makan, atau 20 jam puasa / 4 jam makan.

Kelebihan utama dari diet ini adalah tidak ada aturan baku mengenai jenis makanan apa yang wajib dimakan maupun dihindari.

Contoh jam fasting 16/8
credit by motleyhealth.com

 

Cara Menjalankan Diet Intermittent Fasting dengan Efektif

Seperti yang sudah kita ketahui, setiap program diet akan memberikan hasil yang berbeda kepada setiap orang, tergantung bagaimana orang tersebut menjalankannya.

Untuk kamu yang tertarik dengan intermittent fasting, pada kesempatan kali ini IOSTRE akan membahas bagaimana menjadikan intermittent fasting efektif.

 

1. Set Mentalitas

Pada umumnya orang mencoba diet ini karena diiming-imingi bahwa dengan diet ini kita bisa makan apa saja.

Nah, apa yang kira-kira terjadi apabila seseorang makan junk food sebanyak-banyaknya dalam 4-8 jam makan

Apakah dia akan lebih sehat? Apakah dia akan sukses menurunkan berat badan?

Rasanya kita sudah dapat menebak hasilnya.

Betul, di diet ini tidak ada larangan suatu makanan tertentu, tapi bukan berarti kita boleh makan tanpa batas.

Master Corbuzier sendiri sudah mengatakannya berulang kali bahwa dengan mengikuti diet ini bukan berarti kita boleh rakus.

Sayang sekali, mayoritas tidak membaca / mengabaikan nasihat ini.

Hal pertama yang harus kita tanam di mindset adalah diet ini bukanlah suatu sihir / gimmick.

Untuk mendapat hasil yang baik, mayoritas makanan yang perlu kita konsumsi adalah makanan berkualitas.

Junk food diperbolehkan dalam jumlah wajar dan terkontrol sebagai “treat”.

Baca juga : Tips Menghindari Junk Food

 

2. Mematuhi jam puasa

Jam puasa selama 16-20 jam umumnya bagian tersulit dalam menjalankan diet ini.

Banyak orang yang merasa lapar dan tidak berenergi saat jam puasa.

Pada diet ini, kita diperbolehkan untuk minum air putih, teh, atau bahkan kopi, selama minuman tersebut tidak mengandung kalori.

Tentunya minuman ini sangat berguna untuk membantu menahan rasa lapar.

Sayangnya, banyak yang melakukan kesalahan di sini.

Contohnya?

Menambah gula dan susu pada minuman yang diminum.

Hanya dengan itu saja tanpa sadar kita sudah menambah 100 kalori.

Ada juga yang menganggap masih oke untuk memakan sedikit snack seperti buah dan kue pada jam puasa.

Well, the rule is simple, non kalori selama jam puasa.

This is your best friend and yes it’s plain water not sprite
credit by ehs.utoronto.ca

 

3. Incar progress jangka panjang

Banyak orang yang terlalu berambisi dan ingin mengurangi berat badan dengan cepat karena dikejar deadline.

Kesalahan apa yang mungkin dia lakukan?

Makan sangat sedikit pada jam makan.

Apakah dia dapat berhasil?

Mungkin bisa, namun akan sulit rasanya untuk mempertahankannya.

Tentu tidak ada yang ingin bersusah payah menurunkan 5 kg berat badan hanya untuk bertambah 8 kg di kemudian hari.

Selain itu, kita ingin mengurangi berat badan secara sehat.

Jangan sampai orang lain mengira kita kekurangan gizi.

Incar progress jangka panjang.

Sesuaikan diet sedikit demi sedikit karena tubuh kita perlu waktu untuk beradaptasi.

 

4. Pahami kalori dan nutrisi

Orang sering bingung mengatur jam puasa dan jam makan.

Apakah 16/8 jam, 18/6 jam, 20/4 jam?

Mana yang lebih baik?

Sebetulnya tidak ada yang lebih baik, hanya ada yang lebih cocok buat masing-masing individu.

Semua diet dapat bekerja dengan baik apabila kita memiliki pengetahuan yang cukup terhadap kalori dan nutrisi.

Kita pahami terlebih dahulu berapa kalori yang dibutuhkan tubuh, pastikan kalori dan nutrisi tersebut dapat terpenuhi dalam kurun jam makan yang kita pilih.

Sesuaikan juga terhadap rasa lapar dan nafsu makan.

Jika kamu merasa 20 jam puasa terlalu berat, cukup pilih 16 jam puasa.

Setiap individu itu berbeda, jam puasa yang semakin tinggi tidak menentukan hasil diet yang semakin baik.

 

Apakah intermittent fasting cocok buat saya?

Untuk mengetahui apakah intermittent fasting cocok untuk kita, kita harus mencobanya terlebih dahulu selama periode tertentu.

Biasanya 2-8 minggu sudah cukup untuk menentukan apakah diet ini cocok atau tidak.

Ada baiknya juga untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan diet ini, apabila seseorang pernah memiliki histori suatu penyakit.

Dalam diet, tentu saja ada sesuatu yang dikorbankan, dibatasi, ataupun diatur, demi goal yang diinginkan.

Akan tetapi, perlu kita ingat bahwa program diet harus memudahkan kita dalam menjalani perjalanan tersebut.

Jika kamu merasa tersiksa dengan aturan intermittent fasting, maka diet ini mungkin tidak cocok untuk kamu.

Tapi jika kamu merasa dengan intermittent fasting, kamu dapat mengurangi kalori dengan mudah, tanpa merasa lapar dan pantang makanan tertentu, maka diet ini untuk kamu.

 

Penutup

Apakah kamu pernah mencoba intermittent fasting?

Bagaimana menurut kamu mengenai diet ini?

Bagikan pengalamanmu di kolom kometar.

See you on the next post!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *